Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau
Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu
Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu…
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Amin !
* from dudung.net *
Hmm…
Hari yang berat!!
Hiks…
Untung aku punya teman-teman yang baik.
Thanks alot yah….
Ingin rasanya berteriak, keluarkan segala sesak di dada…
Bolehkah aku marah, kecewa, kesal, dan sedih atas apa yang terjadi?
Allah….
Tolong….
Kuatkan hamba dan beri hamba kesabaran….
Mudahkanlah segala kesulitan ini….
Tiada daya upaya melainkan dengan pertolongan Engkau, ya Allah….
Hope everythings will be better….
Eits.. jangan mikir yg aneh2 dl ya… Kenapa nih tiba2 ngisi blog trus udah langsung ngajak ngomongin masalah nikah. Jangan-jangan….
Hehehe… nggak kok, sebenernya bukan apa2 sih, tenang..tenang… aku ga ngajakin nikah kok. Tp klo ada yg udah pada siap ya.. monggo …. Silahkan, jgn lupa undangannya ;p (Horee.. makan2…)
Hmm… belakangan ini, ga tau kenapa, aku jadi begitu akrab dengan hal-hal seputar pernikahan. Mulai dari sekedar obrolan ringan ga mutu yg nyerempet2 masalah nikah sampai obrolan dan kajian serius soal nikah. Entah karena di sekitar ku kini banyak yg udah pada nikah, ada yg lg sibuk2nya nyiapin pernikahan, ato krn ada yg lg sibuk nyari2 calon ato mungkin jg karena terinspirasi dr kata2 di milis “Yoo…. Ndang rampung, ndang rabi” ;p
Yah, apapun penyebabnya, yg jelas akhirnya jd kepikiran jg. Terlebih karena beberapa teman pernah nanya, kamu dah siap nikah blm sih? Duuh… pertanyaan berat
Sebenarnya, gampang aja sih buat jawab pertanyaan itu. BELUM. Selesai deh masalahnya. Cuma, lama-lama mikir juga. Belum? Kenapa belum? Apa sih standar kesiapan dan kapankah itu? Hmph….
Seorang teman pernah ngomong, nikah itu seperti mengarungi samudra. Dan kalo boleh nambahin, mungkin lebih tepatnya seperti mengarungi samudra menuju pulau impian ;p (Lha iya lah… masa’ ga ada tujuan). Karena itu, sebelum berlayar, kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Persiapkan mental, fisik, dan ilmu kita dengan baik. Begitu juga dengan materi. Walaupun ini bukan hal yang utama, tapi tetap penting. Dan ingat, jangan sampai kita menjadikan ini sebagai parameter utama kesiapan menikah, karena Allah pernah berkata, menikahlah, dan kau akan menjadi kaya. Yang penting ”cukup” (cukup buat beli rumah, cukup buat beli mobil…) dan “pas-pasan aja” (pas butuh buat liburan keliling dunia ada…) Hehehe… Basbang ;p
Trus klo semua persiapan udah matang, apa udah bisa mulai berlayar? Hmm… kayaknya masi ada yg kurang deh. Yup! Teman berlayar. Ngapain juga berlayar sendirian, capek dan pasti sepi sekallee… Kata guru PPKn ku dulu, manusia adalah makhluk zoon politicon (bener ga siy tulisannya?). Manusia adalah makhluk sosial, ga bisa hidup sendiri (Hehehe… nyambung ga nyambung disambung2in aja yah ;p). Intinya ”Teman berlayar” ini adalah komponen yg penting bgt dan mesti mendapat perhatian seurius.
Tiap orang pasti punya kriteria masing2 dan maunya pasti yg sempurna. Tapi adakah manusia yang sempurna? Dan kalopun ada yang nyaris sempurna, blm tentu kita pantas mendampinginya. Bukankah Allah telah mengatakan bahwa yang baik untuk yang baik dan yang buruk untuk yang buruk pula? Inilah yang kemudian mengubah cara pandangku dalam menentukan kriteria sang calon.
Aku menyadari bahwa diri ini sangat jauh dari sempurna, namun kita punya kesempatan untuk terus memperbaiki diri agar menjadi lebih baik dari hari ke hari. Dan alangkah indahnya jika ada seseorang yang juga mempunyai tujuan sama, saling menguatkan dan berjuang bersama untuk menjadi lebih baik. Bersama mengarungi samudra kehidupan menuju pulau impian yaitu kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat, meraih ridho Ilahi. What a beautiful life!!
Lalu bagaimana klo saat ini kita udah ngerasa kayaknya dia deh ”my soulmate” (Ganti istilah ah…
) sementara kesiapan itu belum ada? Hmm… ini lebih berat lg nih masalahnya. Jangan sampai terjebak dengan cinta hingga membutakan mata dan memerahkan hati (haiyah ;p), ga bisa lagi menilai dan berfikir secara objektif, apalagi sampai terjebak ke yang namanya dosa. Hiks, riskan sekali .
Trus….? Gimana dong?
Ada yang bilang, rasa cinta adalah hal yang fitrah dan sangat manusiawi. Karena itu, yang paling penting adalah bagaimana kita memanage diri dan hati agar nantinya semua akan indah pada saatnya. Bukan keindahan semu dan sesaat. Teorinya sih gitu, tapi susah ya? Hehehe….
To All of my friends, (especially To my soulmate, whoever and wherever you are….) Yo’ sama2 berjuang memperbaiki diri. Semangat!!